waktu

Tanggal

September 2021
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
Agustus 30, 2021 Agustus 31, 2021 September 1, 2021 September 2, 2021 September 3, 2021 September 4, 2021 September 5, 2021
September 6, 2021 September 7, 2021 September 8, 2021 September 9, 2021 September 10, 2021 September 11, 2021 September 12, 2021
September 13, 2021 September 14, 2021 September 15, 2021 September 16, 2021 September 17, 2021 September 18, 2021 September 19, 2021
September 20, 2021 September 21, 2021 September 22, 2021 September 23, 2021 September 24, 2021 September 25, 2021 September 26, 2021
September 27, 2021 September 28, 2021 September 29, 2021 September 30, 2021 Oktober 1, 2021 Oktober 2, 2021 Oktober 3, 2021

pengunjung

Pengunjung online : 0

Pengunjung hari ini : 26

Pengunjung kemarin : 14

Pengunjung minggu ini : 174

Total Pengunjung : 30213

Aceh Tamiang Mulai Remajakan Kelapa Sawit di Jambo Rambong

KUALASIMPANG –¬†Pemkab Aceh Tamiang menandai peremajaan kelapa sawit dengan melakukan penanaman perdana di Kampung Jamborambong, Kecamatan Bandarpusaka, Aceh Tamiang, Selasa (6/8/2019) sore.

Penanaman perdana ini dihadiri Kadis Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Aceh A Hanan, Wakil Bupati Aceh Tamiang HT Insyafuddin, Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon dan sejumlah instansi yang terlibat, termasuk Bank Aceh sebagai mitra perbankan.

Kadis Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Aceh Tamiang Yunus menyebut tanam perdana di Jambo Rambong dipercayakan kepada Koperasi Wassalam di atas lahan 200 hektare.

Di daerah ini sendiri total area yang akan dikerjakan mencapai 1.369 hektare.

“Tahun ini ada dua pelaksana, yang pertama Koperasi Wassalam dan satu lagi Koperasi Usaha Bersama seluas 256 hektare,” kata Yunus.

Dalam kesempatan itu dia menjelaskan perkebunan kelapa sawit masih memiliki potensi dikembangkan.

Di Aceh Tamiang sendiri luas lahan perkebunan dalam satu tahun terakhir bertambah.

Bila sebelumnya tercatat areal luas mencapai 21.145 hektare, maka tahun ini telah bertambah 10 ribu hektare.

“Terus bertambah karena ada perkebunan karet yang diganti sawit,” kata Yunus. (*)

 

Sumber : aceh.tribunnews.com