banner-headrev2

waktu

Tanggal

September 2020
Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sunday
August 31, 2020 September 1, 2020 September 2, 2020 September 3, 2020 September 4, 2020 September 5, 2020 September 6, 2020
September 7, 2020 September 8, 2020 September 9, 2020 September 10, 2020 September 11, 2020 September 12, 2020 September 13, 2020
September 14, 2020 September 15, 2020 September 16, 2020 September 17, 2020 September 18, 2020 September 19, 2020 September 20, 2020
September 21, 2020 September 22, 2020 September 23, 2020 September 24, 2020 September 25, 2020 September 26, 2020 September 27, 2020
September 28, 2020 September 29, 2020 September 30, 2020 October 1, 2020 October 2, 2020 October 3, 2020 October 4, 2020

pengunjung

Pengunjung online : 0

Pengunjung hari ini : 13

Pengunjung kemarin : 7

Pengunjung minggu ini : 61

Total Pengunjung : 6700

Aceh Tamiang Mulai Remajakan Kelapa Sawit di Jambo Rambong

KUALASIMPANG – Pemkab Aceh Tamiang menandai peremajaan kelapa sawit dengan melakukan penanaman perdana di Kampung Jamborambong, Kecamatan Bandarpusaka, Aceh Tamiang, Selasa (6/8/2019) sore.

Penanaman perdana ini dihadiri Kadis Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Aceh A Hanan, Wakil Bupati Aceh Tamiang HT Insyafuddin, Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon dan sejumlah instansi yang terlibat, termasuk Bank Aceh sebagai mitra perbankan.

Kadis Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Aceh Tamiang Yunus menyebut tanam perdana di Jambo Rambong dipercayakan kepada Koperasi Wassalam di atas lahan 200 hektare.

Di daerah ini sendiri total area yang akan dikerjakan mencapai 1.369 hektare.

“Tahun ini ada dua pelaksana, yang pertama Koperasi Wassalam dan satu lagi Koperasi Usaha Bersama seluas 256 hektare,” kata Yunus.

Dalam kesempatan itu dia menjelaskan perkebunan kelapa sawit masih memiliki potensi dikembangkan.

Di Aceh Tamiang sendiri luas lahan perkebunan dalam satu tahun terakhir bertambah.

Bila sebelumnya tercatat areal luas mencapai 21.145 hektare, maka tahun ini telah bertambah 10 ribu hektare.

“Terus bertambah karena ada perkebunan karet yang diganti sawit,” kata Yunus. (*)

 

Sumber : aceh.tribunnews.com