banner-headrev2

waktu

Tanggal

February 2020
Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sunday
January 27, 2020 January 28, 2020 January 29, 2020 January 30, 2020 January 31, 2020 February 1, 2020 February 2, 2020
February 3, 2020 February 4, 2020 February 5, 2020 February 6, 2020 February 7, 2020 February 8, 2020 February 9, 2020
February 10, 2020 February 11, 2020 February 12, 2020 February 13, 2020 February 14, 2020 February 15, 2020 February 16, 2020
February 17, 2020 February 18, 2020 February 19, 2020 February 20, 2020 February 21, 2020 February 22, 2020 February 23, 2020
February 24, 2020 February 25, 2020 February 26, 2020 February 27, 2020 February 28, 2020 February 29, 2020 March 1, 2020

pengunjung

Pengunjung online : 0

Pengunjung hari ini : 1

Pengunjung kemarin : 11

Pengunjung minggu ini : 287

Total Pengunjung : 3480

Bupati Aceh Tamiang Hentikan Izin Peternakan Ayam Di Saptajaya

KUALASIMPANG – Pemkab Aceh Tamiang memastikan tidak akan menerbitkan izin peternakan ayam potong di Kemukiman Saptajaya, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang. Kebijakan ini disampaikan Bupati Aceh Tamiang H Mursil di hadapan masyarakat Saptajaya ketika berunjuk-rasa, Selasa (16/7/2019).

“Sebenanrnya ini berat, tapi demi kenyamanan terpaksa izin di sana tidak akan dikeluarkan,” kata Mursil.

Mursil menyayangkan sikap peternak yang tidak mampu menjaga kebersihan.

Sebenarnya, kata Bupati, bila merujuk Permen Pertanian radius peternakan harus berjarak 500 meter dari pemukiman.

“Kita ingin ekonomi bergerak di sana, makanya (izin) dipermudah. Satu kandang dengan satu pekerja kan lumayan, yang penting uang berputar,” ujarnya.

Dijelaskannya lagi, penutupan izin di Saptajaya tidak otomatis mematikan UMKM.

Pemkab akan segera merumuskan solusi permasalahan ini dengan melakukan relokasi.

“Sekerak dan Bandarpusaka masih banyak tanah kosong. Nanti kita pikirkan apakah layak dibuat di sana peternakan,” tukasnya.

Dalam unjuk rasa ini, massa mengaku sangat terganggu dengan keberadaan peternakan ayam yang berdekatan dengan pemukiman.

Selain bau, peternakan ini juga menimbulkan lalat.(*)

Sumber : aceh.tribunnews.com