banner-headrev2

waktu

Tanggal

November 2020
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
Oktober 26, 2020 Oktober 27, 2020 Oktober 28, 2020 Oktober 29, 2020 Oktober 30, 2020 Oktober 31, 2020 November 1, 2020
November 2, 2020 November 3, 2020 November 4, 2020 November 5, 2020 November 6, 2020 November 7, 2020 November 8, 2020
November 9, 2020 November 10, 2020 November 11, 2020 November 12, 2020 November 13, 2020 November 14, 2020 November 15, 2020
November 16, 2020 November 17, 2020 November 18, 2020 November 19, 2020 November 20, 2020 November 21, 2020 November 22, 2020
November 23, 2020 November 24, 2020 November 25, 2020 November 26, 2020 November 27, 2020 November 28, 2020 November 29, 2020
November 30, 2020 Desember 1, 2020 Desember 2, 2020 Desember 3, 2020 Desember 4, 2020 Desember 5, 2020 Desember 6, 2020

pengunjung

Pengunjung online : 0

Pengunjung hari ini : 3

Pengunjung kemarin : 5

Pengunjung minggu ini : 69

Total Pengunjung : 7578

Bupati Aceh Tamiang Hentikan Izin Peternakan Ayam Di Saptajaya

KUALASIMPANG – Pemkab Aceh Tamiang memastikan tidak akan menerbitkan izin peternakan ayam potong di Kemukiman Saptajaya, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang. Kebijakan ini disampaikan Bupati Aceh Tamiang H Mursil di hadapan masyarakat Saptajaya ketika berunjuk-rasa, Selasa (16/7/2019).

“Sebenanrnya ini berat, tapi demi kenyamanan terpaksa izin di sana tidak akan dikeluarkan,” kata Mursil.

Mursil menyayangkan sikap peternak yang tidak mampu menjaga kebersihan.

Sebenarnya, kata Bupati, bila merujuk Permen Pertanian radius peternakan harus berjarak 500 meter dari pemukiman.

“Kita ingin ekonomi bergerak di sana, makanya (izin) dipermudah. Satu kandang dengan satu pekerja kan lumayan, yang penting uang berputar,” ujarnya.

Dijelaskannya lagi, penutupan izin di Saptajaya tidak otomatis mematikan UMKM.

Pemkab akan segera merumuskan solusi permasalahan ini dengan melakukan relokasi.

“Sekerak dan Bandarpusaka masih banyak tanah kosong. Nanti kita pikirkan apakah layak dibuat di sana peternakan,” tukasnya.

Dalam unjuk rasa ini, massa mengaku sangat terganggu dengan keberadaan peternakan ayam yang berdekatan dengan pemukiman.

Selain bau, peternakan ini juga menimbulkan lalat.(*)

Sumber : aceh.tribunnews.com