banner-headrev2

waktu

Tanggal

December 2019
Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sunday
November 25, 2019 November 26, 2019 November 27, 2019 November 28, 2019 November 29, 2019 November 30, 2019 December 1, 2019
December 2, 2019 December 3, 2019 December 4, 2019 December 5, 2019 December 6, 2019 December 7, 2019 December 8, 2019
December 9, 2019 December 10, 2019 December 11, 2019 December 12, 2019 December 13, 2019 December 14, 2019 December 15, 2019
December 16, 2019 December 17, 2019 December 18, 2019 December 19, 2019 December 20, 2019 December 21, 2019 December 22, 2019
December 23, 2019 December 24, 2019 December 25, 2019 December 26, 2019 December 27, 2019 December 28, 2019 December 29, 2019
December 30, 2019 December 31, 2019 January 1, 2020 January 2, 2020 January 3, 2020 January 4, 2020 January 5, 2020

pengunjung

Pengunjung online : 0

Pengunjung hari ini : 24

Pengunjung kemarin : 12

Pengunjung minggu ini : 106

Total Pengunjung : 1943

Bupati Aceh Tamiang Hentikan Izin Peternakan Ayam Di Saptajaya

KUALASIMPANG – Pemkab Aceh Tamiang memastikan tidak akan menerbitkan izin peternakan ayam potong di Kemukiman Saptajaya, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang. Kebijakan ini disampaikan Bupati Aceh Tamiang H Mursil di hadapan masyarakat Saptajaya ketika berunjuk-rasa, Selasa (16/7/2019).

“Sebenanrnya ini berat, tapi demi kenyamanan terpaksa izin di sana tidak akan dikeluarkan,” kata Mursil.

Mursil menyayangkan sikap peternak yang tidak mampu menjaga kebersihan.

Sebenarnya, kata Bupati, bila merujuk Permen Pertanian radius peternakan harus berjarak 500 meter dari pemukiman.

“Kita ingin ekonomi bergerak di sana, makanya (izin) dipermudah. Satu kandang dengan satu pekerja kan lumayan, yang penting uang berputar,” ujarnya.

Dijelaskannya lagi, penutupan izin di Saptajaya tidak otomatis mematikan UMKM.

Pemkab akan segera merumuskan solusi permasalahan ini dengan melakukan relokasi.

“Sekerak dan Bandarpusaka masih banyak tanah kosong. Nanti kita pikirkan apakah layak dibuat di sana peternakan,” tukasnya.

Dalam unjuk rasa ini, massa mengaku sangat terganggu dengan keberadaan peternakan ayam yang berdekatan dengan pemukiman.

Selain bau, peternakan ini juga menimbulkan lalat.(*)

Sumber : aceh.tribunnews.com