waktu

Tanggal

Oktober 2021
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
September 27, 2021 September 28, 2021 September 29, 2021 September 30, 2021 Oktober 1, 2021 Oktober 2, 2021 Oktober 3, 2021
Oktober 4, 2021 Oktober 5, 2021 Oktober 6, 2021 Oktober 7, 2021 Oktober 8, 2021 Oktober 9, 2021 Oktober 10, 2021
Oktober 11, 2021 Oktober 12, 2021 Oktober 13, 2021 Oktober 14, 2021 Oktober 15, 2021 Oktober 16, 2021 Oktober 17, 2021
Oktober 18, 2021 Oktober 19, 2021 Oktober 20, 2021 Oktober 21, 2021 Oktober 22, 2021 Oktober 23, 2021 Oktober 24, 2021
Oktober 25, 2021 Oktober 26, 2021 Oktober 27, 2021 Oktober 28, 2021 Oktober 29, 2021 Oktober 30, 2021 Oktober 31, 2021

pengunjung

Pengunjung online : 0

Pengunjung hari ini : 2

Pengunjung kemarin : 32

Pengunjung minggu ini : 141

Total Pengunjung : 30912

Kampung Jambo Rambong Sosialisasi Pencegahan Gizi Buruk

20200916

Kampung Jambo Rambong Sosialisasi Pencegahan Gizi Buruk

BANDAR PUSAKA – Pemerintah Kampung Jambo Rambong, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang melakukan pelatihan dan sosialisasi pencegahan gizi buruk (Stunting) untuk bayi di bawah lima tahun (Balita) di balai desa setempat. Rabu (16/9/2020).

 

Dengan pelatihan tersebut diharapkan pengetahuan warga semakin bertambah terkait pencegahan gizi buruk dengan memperhatikan pola asuh dan pemberian asupan gizi pada Balita.

“Dengan adanya pelatihan dan sosialisasi ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan warga, pentingnya mencegah stunting,” ujar Datok Datok penghulu Kampung Jambo Rambong, Nekam pada pembukaan kegiatan tersebut.

Lanjutnya, kegiatan ini merupakan program prioritas yang dianggarkan melalui dana desa dan salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting.

Tujuanannya, jelas Datok Penghulu, untuk mensosialisasikan pentingnya pencegahan stunting kepada masyarakat dan pentingnya memperhatikan pola asuh serta pemberian asupan gizi, khususnya pada anak-anak Balita

Pada kesempatan itu, Kepala Puskesmas Bandar Pusaka, Jamaul Khair menyampaikan bahwa  sosialisasi ini penting karena sebagian besar masyarakat belum memahami istilah yang disebut stunting.

“Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya,” papar  Ahur, sapaan akrab Kepala Pukesmas ini.

Menurutnya, masyarakat harus memperhatikan pola asuh, asupan gizi pada anak terutama pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)”

Lanjut Ahur, peran Posyandu dalam penanggulangan stunting sangatlah penting, khususnya upaya pencegahan stunting pada masa balita, melalui pemantauan pertumbuhan dan perkembangan Balita setiap bulannya yang dilakukan bidan desa dan kader posyandu yang ada di desa.

“Masalah stunting tidak berhubungan dengan kemiskinan, tetapi pola asuh orang tua, masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK) merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia,  pada masa inilah proses tumbuh kembang seorang anak dimulai” ujarnya

Karenanya lanjut Atur lagi, orang tua merupakan ujung tombak pengasuhan anak, orang tua memiliki peran penting untuk memberikan perawatan dan pengasuhan yang berkualitas sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Sementara itu, Camat Bandar Pusaka, Abdul Muthalib menyampaikan, anak kekurangan gizi  memiliki dampak yang besar bagi pertumbuhan generasi ke depannya.

“Peran orang tua ternyata memiliki pengaruh yang besar bagi perkembangan anak. Gizi memegang peranan penting dalam siklus hidup manusia sejak dalam kandungan sampai dengan lanjut usia. Perkembangan anak yang baik erat kaitannya dengan kebutuhan gizi yang seimbang” ujar Camat

Diingatkan, orang tua harus paham kebutuhan nutrisi anak, makanan yang baik dan tidak baik dan tidak terpengaruh gaya hidup yang serba instan serta makanan atau jajanan yang mengandung formalin.

Menurutnya, saat ini banyak produk makanan yang mengandung formalin, borak dan pewarna tekstil. Ini bisa terlihat dalam makanan produk rumah tangga seperti krupuk, es manis, manisan bahkan makanan dan minuman yang dijual

Untuk itu perlu pengawasan orang tua terhadap makanan yang dikonsumsi anak. “Percayalah dengan masakan sendiri, membuat makanan yang bergizi di rumah, akan membuat tumbuh dan berkembang anak kita dengan baik dan terbebas dari jajanan yang mengandung formalin,” pungkas Camat Bandar Pusaka.(*)

 

Editor: Putra

Sumber : tamiangsatu.com