banner-headrev2

waktu

Tanggal

November 2020
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
Oktober 26, 2020 Oktober 27, 2020 Oktober 28, 2020 Oktober 29, 2020 Oktober 30, 2020 Oktober 31, 2020 November 1, 2020
November 2, 2020 November 3, 2020 November 4, 2020 November 5, 2020 November 6, 2020 November 7, 2020 November 8, 2020
November 9, 2020 November 10, 2020 November 11, 2020 November 12, 2020 November 13, 2020 November 14, 2020 November 15, 2020
November 16, 2020 November 17, 2020 November 18, 2020 November 19, 2020 November 20, 2020 November 21, 2020 November 22, 2020
November 23, 2020 November 24, 2020 November 25, 2020 November 26, 2020 November 27, 2020 November 28, 2020 November 29, 2020
November 30, 2020 Desember 1, 2020 Desember 2, 2020 Desember 3, 2020 Desember 4, 2020 Desember 5, 2020 Desember 6, 2020

pengunjung

Pengunjung online : 0

Pengunjung hari ini : 1

Pengunjung kemarin : 4

Pengunjung minggu ini : 34

Total Pengunjung : 7527

Kecam Kerusuhan 22 Mei, Bupati Aceh Tamiang Imbau Warga Jaga Kedamaian

Aceh Tamiang – Bupati Aceh Tamiang Mursil mengecam aksi 22 Mei 2019 di Jakarta, yang diwarnai kerusuhan. Dia meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi ulah sekolompok massa dan tetap menjaga kedamaian Aceh Tamiang.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Aceh Tamiang tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta kedamaian di Aceh Tamiang,” kata Mursil dalam video yang diterima detikcom, Minggu (26/5/2019).

“(Masyarakat) tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang ingin memprovokasi kerusuhan yang sama terjadi di wilayah Aceh Tamiang,” jelas Mursil.

Menurutnya, tindakan para perusuh di depan Bawaslu pada 21 dan 22 Mei telah menodai unjuk rasa damai. Selain itu, Mursil mengapresiasi tindakan polisi dan TNI dalam menangani para perunjuk rasa.

“Kita minta kepada aparat keamanan khususnya TNI-Polri untuk menindak tegas para perusuh yang telah menciderai demokrasi di Indonesia,” bebernya.

Seperti diketahui, Polri menetapkan 11 tersangka kerusuhan 22 Mei di sekitar Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat. Mereka disangka polisi melakukan provokasi untuk membuat kerusuhan.

“Ketika menjelang malam, provokasi sudah didesain perusuh, mulai antara lain benda keras, batu, paving block, petasan, serta macam barang bukti (yang) kami hadirkan (tunjukkan, red). Ada bambu sudah dipersiapkan setting-an kelompok tersebut, demo tadi damai menjadi rusuh,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/2019).

Salah satu tersangka adalah A alias Andri Bibir, yang ditangkap di Kampung Bali, Tanah Abang. Dedi menyebut Andri berperan mengumpulkan batu agar diberikan kepada perusuh untuk melempari aparat kepolisian.

 

(agse/mae)

Sumber : detik.com