banner-headrev2

waktu

Tanggal

Januari 2021
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
Desember 28, 2020 Desember 29, 2020 Desember 30, 2020 Desember 31, 2020 Januari 1, 2021 Januari 2, 2021 Januari 3, 2021
Januari 4, 2021 Januari 5, 2021 Januari 6, 2021 Januari 7, 2021 Januari 8, 2021 Januari 9, 2021 Januari 10, 2021
Januari 11, 2021 Januari 12, 2021 Januari 13, 2021 Januari 14, 2021 Januari 15, 2021 Januari 16, 2021 Januari 17, 2021
Januari 18, 2021 Januari 19, 2021 Januari 20, 2021 Januari 21, 2021 Januari 22, 2021 Januari 23, 2021 Januari 24, 2021
Januari 25, 2021 Januari 26, 2021 Januari 27, 2021 Januari 28, 2021 Januari 29, 2021 Januari 30, 2021 Januari 31, 2021

pengunjung

Pengunjung online : 0

Pengunjung hari ini : 21

Pengunjung kemarin : 14

Pengunjung minggu ini : 91

Total Pengunjung : 8230

Tolak People Power, Pemkab Aceh Tamiang Larang Warga Berangkat ke Jakarta

Banda Aceh – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan tokoh adat setempat menolak gerakan people power. Masyarakat diminta menempuh jalur hukum jika mendapati kecurangan dalam Pemilu 2019.

“Kami menolak adanya imbauan dan ajakan gerakan people power terhadap masyarakat Aceh Tamiang untuk berangkat ke Jakarta,” kata Bupati Aceh Tamiang, Mursil, Kamis (16/5/2019).

Mursil menilai pemilu serentak yang digelar pada 17 April lalu sudah berjalan dengan lancar. Dia mengimbau masyarakat menunggu hasil yang akan diumumkan KPU pada 22 Mei mendatang.

“Para penyelenggara Pemilu di Aceh Tamiang sudah bekerja dengan baik sehingga proses pemilihan dan penghitungan berjalan secara aman, damai, dan lancar,” jelas Mursil.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Teungku Faisal Ali mengimbau masyarakat dan peserta Pemilu menempuh jalur hukum yang dibenarkan jika mendapati kekurangan dalam penyelenggaraan Pemilu. Dia meminta masyarakat tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

“Tidak dibenarkan dalam agama kita itu untuk mencapai sesuatu yang baik dilakukan dengan cara-cara yang tidak baik. Tapi lakukanlah sesuatu itu dengan cara yang baik,” ungkap pria yang akrab disapa Lem Faisal ini.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara hukum dan pihak terkait siap menindaklanjuti setiap laporan. Faisal mengingatkan masyarakat tidak melakukan hal-hal tidak terpuji, terlebih di bulan Ramadhan.

Lem Faisal juga meminta tokoh masyarakat di Aceh ataupun di Indonesia menyampaikan petuah-petuah yang bisa menyejukkan dan mendamaikan warga. Dia berharap jangan karena ada sesuatu hal yang dianggap tidak tepat kemudian membuat rusak masyarakat.

“Tempuhlah jalur hukum yang tersedia jika dalam penyelenggaraan Pemilu ada kekurangan di sana-sini. Jangan gunakan pesta demokrasi ini untuk melaksanakan hal-hal tidak baik,” ungkapnya.

(agse/mae)

Sumber : detik.com