banner-headrev2

waktu

Tanggal

November 2019
Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sunday
October 28, 2019 October 29, 2019 October 30, 2019 October 31, 2019 November 1, 2019 November 2, 2019 November 3, 2019
November 4, 2019 November 5, 2019 November 6, 2019 November 7, 2019 November 8, 2019 November 9, 2019 November 10, 2019
November 11, 2019 November 12, 2019 November 13, 2019 November 14, 2019 November 15, 2019 November 16, 2019 November 17, 2019
November 18, 2019 November 19, 2019 November 20, 2019 November 21, 2019 November 22, 2019 November 23, 2019 November 24, 2019
November 25, 2019 November 26, 2019 November 27, 2019 November 28, 2019 November 29, 2019 November 30, 2019 December 1, 2019

pengunjung

Pengunjung online : 0

Pengunjung hari ini : 0

Pengunjung kemarin : 1

Pengunjung minggu ini : 66

Total Pengunjung : 1590

Tolak People Power, Pemkab Aceh Tamiang Larang Warga Berangkat ke Jakarta

4604cb5f-cd85-424c-9eff-c2fe4e65fb52_43

Banda Aceh – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan tokoh adat setempat menolak gerakan people power. Masyarakat diminta menempuh jalur hukum jika mendapati kecurangan dalam Pemilu 2019.

“Kami menolak adanya imbauan dan ajakan gerakan people power terhadap masyarakat Aceh Tamiang untuk berangkat ke Jakarta,” kata Bupati Aceh Tamiang, Mursil, Kamis (16/5/2019).

Mursil menilai pemilu serentak yang digelar pada 17 April lalu sudah berjalan dengan lancar. Dia mengimbau masyarakat menunggu hasil yang akan diumumkan KPU pada 22 Mei mendatang.

“Para penyelenggara Pemilu di Aceh Tamiang sudah bekerja dengan baik sehingga proses pemilihan dan penghitungan berjalan secara aman, damai, dan lancar,” jelas Mursil.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Teungku Faisal Ali mengimbau masyarakat dan peserta Pemilu menempuh jalur hukum yang dibenarkan jika mendapati kekurangan dalam penyelenggaraan Pemilu. Dia meminta masyarakat tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

“Tidak dibenarkan dalam agama kita itu untuk mencapai sesuatu yang baik dilakukan dengan cara-cara yang tidak baik. Tapi lakukanlah sesuatu itu dengan cara yang baik,” ungkap pria yang akrab disapa Lem Faisal ini.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara hukum dan pihak terkait siap menindaklanjuti setiap laporan. Faisal mengingatkan masyarakat tidak melakukan hal-hal tidak terpuji, terlebih di bulan Ramadhan.

Lem Faisal juga meminta tokoh masyarakat di Aceh ataupun di Indonesia menyampaikan petuah-petuah yang bisa menyejukkan dan mendamaikan warga. Dia berharap jangan karena ada sesuatu hal yang dianggap tidak tepat kemudian membuat rusak masyarakat.

“Tempuhlah jalur hukum yang tersedia jika dalam penyelenggaraan Pemilu ada kekurangan di sana-sini. Jangan gunakan pesta demokrasi ini untuk melaksanakan hal-hal tidak baik,” ungkapnya.

(agse/mae)

Sumber : detik.com