Headerr

waktu

Tanggal

August 2019
Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sunday
July 29, 2019 July 30, 2019 July 31, 2019 August 1, 2019 August 2, 2019 August 3, 2019 August 4, 2019
August 5, 2019 August 6, 2019 August 7, 2019 August 8, 2019 August 9, 2019 August 10, 2019 August 11, 2019
August 12, 2019 August 13, 2019 August 14, 2019 August 15, 2019 August 16, 2019 August 17, 2019 August 18, 2019
August 19, 2019 August 20, 2019 August 21, 2019 August 22, 2019 August 23, 2019 August 24, 2019 August 25, 2019
August 26, 2019 August 27, 2019 August 28, 2019 August 29, 2019 August 30, 2019 August 31, 2019 September 1, 2019

pengunjung

Pengunjung online : 0

Pengunjung hari ini : 0

Pengunjung kemarin : 1

Pengunjung minggu ini : 31

Total Pengunjung : 626

Tolak People Power, Pemkab Aceh Tamiang Larang Warga Berangkat ke Jakarta

4604cb5f-cd85-424c-9eff-c2fe4e65fb52_43

Banda Aceh – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan tokoh adat setempat menolak gerakan people power. Masyarakat diminta menempuh jalur hukum jika mendapati kecurangan dalam Pemilu 2019.

“Kami menolak adanya imbauan dan ajakan gerakan people power terhadap masyarakat Aceh Tamiang untuk berangkat ke Jakarta,” kata Bupati Aceh Tamiang, Mursil, Kamis (16/5/2019).

Mursil menilai pemilu serentak yang digelar pada 17 April lalu sudah berjalan dengan lancar. Dia mengimbau masyarakat menunggu hasil yang akan diumumkan KPU pada 22 Mei mendatang.

“Para penyelenggara Pemilu di Aceh Tamiang sudah bekerja dengan baik sehingga proses pemilihan dan penghitungan berjalan secara aman, damai, dan lancar,” jelas Mursil.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Teungku Faisal Ali mengimbau masyarakat dan peserta Pemilu menempuh jalur hukum yang dibenarkan jika mendapati kekurangan dalam penyelenggaraan Pemilu. Dia meminta masyarakat tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

“Tidak dibenarkan dalam agama kita itu untuk mencapai sesuatu yang baik dilakukan dengan cara-cara yang tidak baik. Tapi lakukanlah sesuatu itu dengan cara yang baik,” ungkap pria yang akrab disapa Lem Faisal ini.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara hukum dan pihak terkait siap menindaklanjuti setiap laporan. Faisal mengingatkan masyarakat tidak melakukan hal-hal tidak terpuji, terlebih di bulan Ramadhan.

Lem Faisal juga meminta tokoh masyarakat di Aceh ataupun di Indonesia menyampaikan petuah-petuah yang bisa menyejukkan dan mendamaikan warga. Dia berharap jangan karena ada sesuatu hal yang dianggap tidak tepat kemudian membuat rusak masyarakat.

“Tempuhlah jalur hukum yang tersedia jika dalam penyelenggaraan Pemilu ada kekurangan di sana-sini. Jangan gunakan pesta demokrasi ini untuk melaksanakan hal-hal tidak baik,” ungkapnya.

(agse/mae)

Sumber : detik.com