waktu

Tanggal

September 2021
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
Agustus 30, 2021 Agustus 31, 2021 September 1, 2021 September 2, 2021 September 3, 2021 September 4, 2021 September 5, 2021
September 6, 2021 September 7, 2021 September 8, 2021 September 9, 2021 September 10, 2021 September 11, 2021 September 12, 2021
September 13, 2021 September 14, 2021 September 15, 2021 September 16, 2021 September 17, 2021 September 18, 2021 September 19, 2021
September 20, 2021 September 21, 2021 September 22, 2021 September 23, 2021 September 24, 2021 September 25, 2021 September 26, 2021
September 27, 2021 September 28, 2021 September 29, 2021 September 30, 2021 Oktober 1, 2021 Oktober 2, 2021 Oktober 3, 2021

pengunjung

Pengunjung online : 0

Pengunjung hari ini : 25

Pengunjung kemarin : 14

Pengunjung minggu ini : 173

Total Pengunjung : 30212

Tolak People Power, Pemkab Aceh Tamiang Larang Warga Berangkat ke Jakarta

Banda Aceh – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan tokoh adat setempat menolak gerakan people power. Masyarakat diminta menempuh jalur hukum jika mendapati kecurangan dalam Pemilu 2019.

“Kami menolak adanya imbauan dan ajakan gerakan people power terhadap masyarakat Aceh Tamiang untuk berangkat ke Jakarta,” kata Bupati Aceh Tamiang, Mursil, Kamis (16/5/2019).

Mursil menilai pemilu serentak yang digelar pada 17 April lalu sudah berjalan dengan lancar. Dia mengimbau masyarakat menunggu hasil yang akan diumumkan KPU pada 22 Mei mendatang.

“Para penyelenggara Pemilu di Aceh Tamiang sudah bekerja dengan baik sehingga proses pemilihan dan penghitungan berjalan secara aman, damai, dan lancar,” jelas Mursil.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Teungku Faisal Ali mengimbau masyarakat dan peserta Pemilu menempuh jalur hukum yang dibenarkan jika mendapati kekurangan dalam penyelenggaraan Pemilu. Dia meminta masyarakat tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

“Tidak dibenarkan dalam agama kita itu untuk mencapai sesuatu yang baik dilakukan dengan cara-cara yang tidak baik. Tapi lakukanlah sesuatu itu dengan cara yang baik,” ungkap pria yang akrab disapa Lem Faisal ini.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara hukum dan pihak terkait siap menindaklanjuti setiap laporan. Faisal mengingatkan masyarakat tidak melakukan hal-hal tidak terpuji, terlebih di bulan Ramadhan.

Lem Faisal juga meminta tokoh masyarakat di Aceh ataupun di Indonesia menyampaikan petuah-petuah yang bisa menyejukkan dan mendamaikan warga. Dia berharap jangan karena ada sesuatu hal yang dianggap tidak tepat kemudian membuat rusak masyarakat.

“Tempuhlah jalur hukum yang tersedia jika dalam penyelenggaraan Pemilu ada kekurangan di sana-sini. Jangan gunakan pesta demokrasi ini untuk melaksanakan hal-hal tidak baik,” ungkapnya.

(agse/mae)

Sumber : detik.com