banner-headrev2

waktu

Tanggal

February 2020
Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sunday
January 27, 2020 January 28, 2020 January 29, 2020 January 30, 2020 January 31, 2020 February 1, 2020 February 2, 2020
February 3, 2020 February 4, 2020 February 5, 2020 February 6, 2020 February 7, 2020 February 8, 2020 February 9, 2020
February 10, 2020 February 11, 2020 February 12, 2020 February 13, 2020 February 14, 2020 February 15, 2020 February 16, 2020
February 17, 2020 February 18, 2020 February 19, 2020 February 20, 2020 February 21, 2020 February 22, 2020 February 23, 2020
February 24, 2020 February 25, 2020 February 26, 2020 February 27, 2020 February 28, 2020 February 29, 2020 March 1, 2020

pengunjung

Pengunjung online : 0

Pengunjung hari ini : 1

Pengunjung kemarin : 11

Pengunjung minggu ini : 287

Total Pengunjung : 3480

Tolak People Power, Pemkab Aceh Tamiang Larang Warga Berangkat ke Jakarta

Banda Aceh – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan tokoh adat setempat menolak gerakan people power. Masyarakat diminta menempuh jalur hukum jika mendapati kecurangan dalam Pemilu 2019.

“Kami menolak adanya imbauan dan ajakan gerakan people power terhadap masyarakat Aceh Tamiang untuk berangkat ke Jakarta,” kata Bupati Aceh Tamiang, Mursil, Kamis (16/5/2019).

Mursil menilai pemilu serentak yang digelar pada 17 April lalu sudah berjalan dengan lancar. Dia mengimbau masyarakat menunggu hasil yang akan diumumkan KPU pada 22 Mei mendatang.

“Para penyelenggara Pemilu di Aceh Tamiang sudah bekerja dengan baik sehingga proses pemilihan dan penghitungan berjalan secara aman, damai, dan lancar,” jelas Mursil.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Teungku Faisal Ali mengimbau masyarakat dan peserta Pemilu menempuh jalur hukum yang dibenarkan jika mendapati kekurangan dalam penyelenggaraan Pemilu. Dia meminta masyarakat tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

“Tidak dibenarkan dalam agama kita itu untuk mencapai sesuatu yang baik dilakukan dengan cara-cara yang tidak baik. Tapi lakukanlah sesuatu itu dengan cara yang baik,” ungkap pria yang akrab disapa Lem Faisal ini.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara hukum dan pihak terkait siap menindaklanjuti setiap laporan. Faisal mengingatkan masyarakat tidak melakukan hal-hal tidak terpuji, terlebih di bulan Ramadhan.

Lem Faisal juga meminta tokoh masyarakat di Aceh ataupun di Indonesia menyampaikan petuah-petuah yang bisa menyejukkan dan mendamaikan warga. Dia berharap jangan karena ada sesuatu hal yang dianggap tidak tepat kemudian membuat rusak masyarakat.

“Tempuhlah jalur hukum yang tersedia jika dalam penyelenggaraan Pemilu ada kekurangan di sana-sini. Jangan gunakan pesta demokrasi ini untuk melaksanakan hal-hal tidak baik,” ungkapnya.

(agse/mae)

Sumber : detik.com