waktu

Tanggal

Mei 2021
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
April 26, 2021 April 27, 2021 April 28, 2021 April 29, 2021 April 30, 2021 Mei 1, 2021 Mei 2, 2021
Mei 3, 2021 Mei 4, 2021 Mei 5, 2021 Mei 6, 2021 Mei 7, 2021 Mei 8, 2021 Mei 9, 2021
Mei 10, 2021 Mei 11, 2021 Mei 12, 2021 Mei 13, 2021 Mei 14, 2021 Mei 15, 2021 Mei 16, 2021
Mei 17, 2021 Mei 18, 2021 Mei 19, 2021 Mei 20, 2021 Mei 21, 2021 Mei 22, 2021 Mei 23, 2021
Mei 24, 2021 Mei 25, 2021 Mei 26, 2021 Mei 27, 2021 Mei 28, 2021 Mei 29, 2021 Mei 30, 2021
Mei 31, 2021 Juni 1, 2021 Juni 2, 2021 Juni 3, 2021 Juni 4, 2021 Juni 5, 2021 Juni 6, 2021

pengunjung

Pengunjung online : 0

Pengunjung hari ini : 0

Pengunjung kemarin : 183

Pengunjung minggu ini : 1027

Total Pengunjung : 24493

Tolak People Power, Pemkab Aceh Tamiang Larang Warga Berangkat ke Jakarta

Banda Aceh – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan tokoh adat setempat menolak gerakan people power. Masyarakat diminta menempuh jalur hukum jika mendapati kecurangan dalam Pemilu 2019.

“Kami menolak adanya imbauan dan ajakan gerakan people power terhadap masyarakat Aceh Tamiang untuk berangkat ke Jakarta,” kata Bupati Aceh Tamiang, Mursil, Kamis (16/5/2019).

Mursil menilai pemilu serentak yang digelar pada 17 April lalu sudah berjalan dengan lancar. Dia mengimbau masyarakat menunggu hasil yang akan diumumkan KPU pada 22 Mei mendatang.

“Para penyelenggara Pemilu di Aceh Tamiang sudah bekerja dengan baik sehingga proses pemilihan dan penghitungan berjalan secara aman, damai, dan lancar,” jelas Mursil.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Teungku Faisal Ali mengimbau masyarakat dan peserta Pemilu menempuh jalur hukum yang dibenarkan jika mendapati kekurangan dalam penyelenggaraan Pemilu. Dia meminta masyarakat tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

“Tidak dibenarkan dalam agama kita itu untuk mencapai sesuatu yang baik dilakukan dengan cara-cara yang tidak baik. Tapi lakukanlah sesuatu itu dengan cara yang baik,” ungkap pria yang akrab disapa Lem Faisal ini.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara hukum dan pihak terkait siap menindaklanjuti setiap laporan. Faisal mengingatkan masyarakat tidak melakukan hal-hal tidak terpuji, terlebih di bulan Ramadhan.

Lem Faisal juga meminta tokoh masyarakat di Aceh ataupun di Indonesia menyampaikan petuah-petuah yang bisa menyejukkan dan mendamaikan warga. Dia berharap jangan karena ada sesuatu hal yang dianggap tidak tepat kemudian membuat rusak masyarakat.

“Tempuhlah jalur hukum yang tersedia jika dalam penyelenggaraan Pemilu ada kekurangan di sana-sini. Jangan gunakan pesta demokrasi ini untuk melaksanakan hal-hal tidak baik,” ungkapnya.

(agse/mae)

Sumber : detik.com